Cari Ilmu Yuuck...

Memuat...

Minggu, 21 Februari 2010

Kunci-kunci

Ibnu Qayim al-Jauziyah –rahimahullah- berkata :
“Allah telah menjadikan kunci sebagai pembuka setiap perkara yang dituntut. Dia menjadikan kunci shalat adalah bersuci, sebagaimana sabda Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam –
“ Kunci sholat adalah bersuci” ( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, disahihkan olah al-Bani dalam sahih al-Jami’ )

Dan kunci haji adalah ihram.
Kunci kebajikan adalah kejujuran.
Kunci surga adalah tauhid.
Kunci ilmu adalah sikap yang baik dalam bertanya dan mendengar.
Kunci pertolongan dan kemenangan adalah kesabaran.
Kunci bertambahnya nikmat adalah syukur.
Kunci kewalian kecintaan dan dzikir.
Kunci keberuntungan adalah takwa.
Kunci taufiq adalah raghbah ( rasa harap yang disertai dengan amalan dan rahbah ( rasa takut yang disertai dengan amalan ).
Kunci ijabah ( sambutan Allah ) adalah do’a.
Kunci cinta akhirat adalah zuhud terhadap dunia.
Kunci iman adalah memikirkan perkara yang Allah serukan untuk difikirkan oleh hamba-hambaNya.
Kunci untuk menjumpai Allah adalah ketundukan hati dan keselamatan hati untuk-Nya, ikhlas kepadaNya dalam cinta, benci, berbuat dan meninggalkan sesuatu.
Kunci hidupnya hati adalah tadabbur ( memperhatikan dan merenungi ) al-Qur’an, merendahkan diri waktu sahar ( waktu malam sebelum fajar ) dan meninggalkan dosa.
Kunci mendapatkan rahmat adalah berbuat ihsan dalam beribadah kepada al-Khaliq ( sang Pencipta ) dan berusaha memberi manfaat kepada hamba-hambaNya.
Kunci rizki adalah usaha yang disertai istighfar dan takwa.
Kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan RosulNya.
Kunci persiapan diri untuk akhirat adalah memperpendek angan – angan. Dan kunci segala kabaikan adalah kecintaan kepada Allah dan negeri akhirat.
Sedangkan kunci segala keburukan adalah cinta dunia dan panjang angan- angan..
Ini adalah permasalahan agung yang merupakan permasalahan ilmu paling bermanfaat. Yaitu mengetahui kunci – kunci kebaikan dan keburukan. Tidak ada yang mendapatkan taufik untuk mengetahui dan memperhatikannya kecuali orang yang memiliki bagian dan taufik yang besar” ( al-Jawabul Kafi, hal 100 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar